pemaos kandha (dalang) jelas, tanda-tanda verbal yang menunjukkan gendhing iringan (gendhing, gangsa), iringan lembut (rep), iringan cepat dan keras (seseg), berhenti (suwuk), paduan suara penyanyi pria (lagon, kawin, ada-ada), keluar dan masuknya penari, dicetak dengan huruf besar semua.
Lampiran yang berisi notasi gendhing-gendhing untuk mengiringi pergelaran wayang wong dengan lakon Mintaraga ini tidak tercantum baik dalam naskah Serat Kandha maupun Serat Pocapan. Pada Serat Kandha (buku I) notasi gendhing-gendhing yang penulis dapatkan dari R.L. Pustakamardawa penulis cantumkan. Namun demikian, untuk lagon, kawin, dan ada-ada tidak penulis masukkan dalam dua buku penerbitan ini. Bila akan digunakan sebagai teks pertunjukan yang lengkap, perlu dibaca catatan pribadi dari para penyanyi pria (pesindhen kakung) yang naskahnya tersimpan di perpustakaan Kridha Mardawa Keraton Yogyakarta.viii