Menyang kontèn

Kaca:Menak Lare 1.pdf/248

Saka Wikisumber
Kaca iki wis dikorèksi

rasanya tak ubah seperti orang sedang mimpi.
Dan melihat Sang Menak ia tak berani memandang,
karena merasa sangat malu dalam hati sanubari,
dan dengan tergopoh-gopoh kembali ke istana,
barangkali untuk merenungkan nasibnya.

(bersambung ke jilid II)

251