Menyang kontèn

Kaca:Menak Kanin.pdf/79

Saka Wikisumber
Kaca iki wis divalidasi
    kerajaan sendiri. Ketangguhan dalam perang menonjol. Maryunani menjawab sambil mencerca, ”Kalau saya tak mau berlaku demikian, pendek budi dan ngawur, apa guna memadu anak dengan bibinya, bukan keturunan seorang perwira.
  1. Mana kekurangan saya dalam hidup ini, ayah seorang Arab dan ibu dari Mesir, tidak sedikit tanah jajahan. Apa sebab berbuat tak tahu malu, seperti orang tidak tahu hina mengambil bibi sendiri. Kalau kamu, raja yang tak tahu malu.” Umarmadi ketawa mendengar Raden Maryunani marah, terus menghiburnya dengan cara yang kocak.
  2. Ya sudah kalau Raden tidak berkenan, ya disanding saja, sangat kasihan, orang jatuh cinta tidak dilayani.” Maryunani berkata, ’Kalau kamu tentu demikian, karena kamu tak takut Tuhan. Tetapi Paman dari Yunan kok diam saja, tidak mendesak seperti kamu.”
  3. Kamu itu sudah banyak mendapat apa-apa dari Bibi tentunya, sampai-sampai orang mau dijerumuskan. Ada yang meniru kamu yang itu Kangjeng Uwa dari Pulangwesi, senang sekali menerima persembahan.” Mereka tertawa gelak-gelak dan pembicaraan gagal. Maryunani dipanggil Sang Bibi masuk istana un- tuk bersantap.
  4. Sampai di istana mereka bersantap. Keinginan Sang Raja Dewi hanya supaya kehendaknya dilayani. Tetapi Sang Maryunani teguh kokoh dalam pendiriannya, tak dapat digoyahkan. Kehendak Sarg Bibi juga tak dapat diubah. Konon pada waktu itu di suatu hari Sang Maryunani,
  5. sedang tidur ketika para hamba istana sudah beristirahat. Sang Raja Dewi sudah berpakaian rapi, berhias habis-habisan. Ketika melihat Sang Maryunani enak tidur, Raja Dewi tak dapat menahan hatinya, terus ikut tidur mendekap Sang Maryunani sambil merangkul lehermnya.
  6. Di kala itu Raden Maryunani sangat keheranan ketika bangun dari tidurnya, hatinya berdebar, sebab sama sekali tak

77