Kaca iki wis divalidasi
- Malah kaya akan anak laki-laki maupun perempuan, berakar dan berdaun rindang, sampai kakek-kakek dan nenek-nenek. Anak banyak tak ada seorang pun yang meninggal.
- Yang laki-laki tampan, semua menjadi raja. Yang wanita semua elok parasnya dan menajdi permaisuri raja, bercucu raja berpiut raja.
- Demikianlah ramalan yang saya tanyakan pada para nujum, mereka meramalkan duapuluh lima anak. Semua menjadi raja sampai cucu dan piut.
- Semua mempunyai kerajaan. Jelas anak saya berjumlah dua puluh tujuh, delapan belas pria dan sembilan wanita, tak seorang pun meninggal. Semua sehat-sehat."
- Tatkala Raden Maryunani mendengar itu, telinganya terasa tersedot, hatinya serasa kejatuhan penggilas dari batu, katanya, "Ah Bibi itu tidak baik, tidak tahu malu, jelek kelihatannya."
- Tetapi Rajaputri mendesak, katanya, "Siapa bilang jelek, itu namanya orang yang bodoh, yang biasa akan mengatakan baik. Orang mengawini bibinya, terhindar penyakit bubul.
- Terhindar dari penyakit kabur, dari penyakit bengek, ayan dan encok, liny, bongkok dan bengkok. Tidak terserang sakit demam. Jangan khawatir pasti selamat.
- Sebenarnya saya sudah lama menahan rindu. Sudah tujuh tahun lamanya sampai sekarang, semenjak saya dahulu mengunjungi Negara Kaos, pada waktu penobatan.
- Prabu Said Ibnu Ngumar. Terkena panah asmara kepada paduka rasanya seperti mati tanpa luka, sedih sampai sekarang terkena hebatnya rindu.
- Sekarang paduka datang sendiri ke negara saya, tentu karena pertolongan Tuhan. Kok sekarang mau menolak seenaknya saja.
70