Menyang kontèn

Kaca:Menak Kanin.pdf/72

Saka Wikisumber
Kaca iki wis divalidasi
  1. Malah kaya akan anak laki-laki maupun perempuan, berakar dan berdaun rindang, sampai kakek-kakek dan nenek-nenek. Anak banyak tak ada seorang pun yang meninggal.
  2. Yang laki-laki tampan, semua menjadi raja. Yang wanita semua elok parasnya dan menajdi permaisuri raja, bercucu raja berpiut raja.
  3. Demikianlah ramalan yang saya tanyakan pada para nujum, mereka meramalkan duapuluh lima anak. Semua menjadi raja sampai cucu dan piut.
  4. Semua mempunyai kerajaan. Jelas anak saya berjumlah dua puluh tujuh, delapan belas pria dan sembilan wanita, tak seorang pun meninggal. Semua sehat-sehat."
  5. Tatkala Raden Maryunani mendengar itu, telinganya terasa tersedot, hatinya serasa kejatuhan penggilas dari batu, katanya, "Ah Bibi itu tidak baik, tidak tahu malu, jelek kelihatannya."
  6. Tetapi Rajaputri mendesak, katanya, "Siapa bilang jelek, itu namanya orang yang bodoh, yang biasa akan mengatakan baik. Orang mengawini bibinya, terhindar penyakit bubul.
  7. Terhindar dari penyakit kabur, dari penyakit bengek, ayan dan encok, liny, bongkok dan bengkok. Tidak terserang sakit demam. Jangan khawatir pasti selamat.
  8. Sebenarnya saya sudah lama menahan rindu. Sudah tujuh tahun lamanya sampai sekarang, semenjak saya dahulu mengunjungi Negara Kaos, pada waktu penobatan.
  9. Prabu Said Ibnu Ngumar. Terkena panah asmara kepada paduka rasanya seperti mati tanpa luka, sedih sampai sekarang terkena hebatnya rindu.
  10. Sekarang paduka datang sendiri ke negara saya, tentu karena pertolongan Tuhan. Kok sekarang mau menolak seenaknya saja.

70