Kaca iki wis divalidasi
- Raja Hirman dan Sang Jobin lari lebih dahulu, disusul oleh Bahman. Raden Maryunani melihat segera menggertak kudanya mengejar Raja Bahman yang segera menyemeti kudanya.
- Dengan gesitnya Raden Maryunani mengejar Bahman, tetapi menginjak Patih Bestak sampai lemas, tetapi Raden Maryunani tidak ingin membunuh Patih Bestak, hanya Bahman yang dituju.
- Raja Bahman ke mana pun pergi, ia selalu diikutinya. Kadang-kadang kelihatan kadang-kadang tidak. Kalau ada yang melindungi Raja Bahman dibabatlah oleh Maryunani. Tetapi kalau rakyat biasa dibiarkan.
- Di sepanjang perjalanan, Raden Maryunani banyak menangkap anak buah Bahman. Para satria yang menyerah diberi ampun. Para satria pengikut Maryunani di sepanjang jalan selalu membunuh.
- Yang menyerah dan minta hidup selalu diberi ampun. Di sepanjang jalan orang-orang Arab menjarah rayah. Hirman dan Jobin sudah jauh di depan berkumpul dengan rakyat kecil.
- Hanya Raja Bahman yang dikehendaki oleh Raden Maryunani. Begitu dari kejauhan Bahman tampak, walaupun samar-samar Kalisahak kudanya, disabet dan Bahman sudah didekati.
- Setelah tersusul Raja Bahman diteriaki, "Hai, Bahman, kamu itu raja atau anjing. Kok selalu bikin gara-gara, tidak teguh dalam peperangan. Ayo berhentilah." Maryunani berkata demikian sambil melewati Bahman.
- Raja Bahman berhenti sambil menghunus pedangnya. Pengawal yang berjumlah dua puluh orang dan yang selalu mengikuti, sekarang memisahkan diri jauh-jauh. Bahman segera menebaskan pedangnya yang telah ditahan dengan perisai besi.
- Ditangkislah tebasan pedang Bahman dan segera dibalas. Perisainya terbelah, rantaslah leher kuda dan matilah kuda itu. Raja Bahman jatuh terbalik.
45