Menyang kontèn

Kaca:Menak Kanin.pdf/47

Saka Wikisumber
Kaca iki wis divalidasi
  1. Raja Hirman dan Sang Jobin lari lebih dahulu, disusul oleh Bahman. Raden Maryunani melihat segera menggertak kudanya mengejar Raja Bahman yang segera menyemeti kudanya.
  2. Dengan gesitnya Raden Maryunani mengejar Bahman, tetapi menginjak Patih Bestak sampai lemas, tetapi Raden Maryunani tidak ingin membunuh Patih Bestak, hanya Bahman yang dituju.
  3. Raja Bahman ke mana pun pergi, ia selalu diikutinya. Kadang-kadang kelihatan kadang-kadang tidak. Kalau ada yang melindungi Raja Bahman dibabatlah oleh Maryunani. Tetapi kalau rakyat biasa dibiarkan.
  4. Di sepanjang perjalanan, Raden Maryunani banyak menangkap anak buah Bahman. Para satria yang menyerah diberi ampun. Para satria pengikut Maryunani di sepanjang jalan selalu membunuh.
  5. Yang menyerah dan minta hidup selalu diberi ampun. Di sepanjang jalan orang-orang Arab menjarah rayah. Hirman dan Jobin sudah jauh di depan berkumpul dengan rakyat kecil.
  6. Hanya Raja Bahman yang dikehendaki oleh Raden Maryunani. Begitu dari kejauhan Bahman tampak, walaupun samar-samar Kalisahak kudanya, disabet dan Bahman sudah didekati.
  7. Setelah tersusul Raja Bahman diteriaki, "Hai, Bahman, kamu itu raja atau anjing. Kok selalu bikin gara-gara, tidak teguh dalam peperangan. Ayo berhentilah." Maryunani berkata demikian sambil melewati Bahman.
  8. Raja Bahman berhenti sambil menghunus pedangnya. Pengawal yang berjumlah dua puluh orang dan yang selalu mengikuti, sekarang memisahkan diri jauh-jauh. Bahman segera menebaskan pedangnya yang telah ditahan dengan perisai besi.
  9. Ditangkislah tebasan pedang Bahman dan segera dibalas. Perisainya terbelah, rantaslah leher kuda dan matilah kuda itu. Raja Bahman jatuh terbalik.

45