Menyang kontèn

Kaca:Menak Kanin.pdf/46

Saka Wikisumber
Kaca iki wis divalidasi
  1. Walau tidak disengaja, tetapi para satria bertemu dengan para satria, para raja bertemu dengan para raja. Diceritakan yang sedang perang tanding, Raja Parisdan memedang bertubi-tubi tetapi ditangkis dan tidak mengenai sasaran.
  2. Bertanyalah Wong Agung Parangteja, "Orang apakah kamu itu, demikian rusuh caramu berperang, raja atau satria." Raja Parisdan menjawab, "Saya adalah seorang raja, Kalsum istana saya.
  3. Kamu itu seorang raja atau seorang satria." Raden Maktal menjawab, "Katakanlah raja, memang saya seorang raja. Kau mengira saya satria, ya memang saya seorang satria.
  4. Negara saya Ngalabani." Sang Parisdan dengan suara keras berkata, "Mari balaslah." Segera Raden Maktal memedang Raja Parisdan. Perisai Parisdan terbelah dua, begitu pula kepalanya,
  5. juga dada dan perutnya, sampai kepelana kuda dan kudanya ikut terbelah dua. Raja Parisdan terbelah dua. Umarmaya kaget melihat Raja Dinawar menghilang, tidak kelihatan.
  6. Banyak perjurit Arab mati, terbunuh oleh raja negara Sulbi, ialah Raja Dinawar. Umarmaya, segera memakai topong dari Ngajerat, maka sesaat kemudian ia tak kelihatan.
  7. Ia menghunus kanjar (senjata tajam) dan Raja Dinawar putus lehernya. Segera Marmaya mengamuk dengan kanjarnya. Karena orang Kapir yang memulai perang bauran, maka Marmaya yang membalas, katanya,
  8. "Rasakan kalian yang memberi pinjaman kepadaku." Marmaya mengamuk dengan kanjarnya. Karena ia tidak terlihat maka banyak raja dan dipati yang terbunuh oleh Umarmaya.
  9. Tak dapat dielakkan jumlah kematian, tak dapat kalau diusahakan, hanya Walla hualam. Tuhan yang mengetahui jumlah kematian. Musuh lari kecuali yang sudah terbunuh.

44