Kaca iki wis divalidasi
- Sekarang yang diceritakan Raja Bahman, Raja Jobin, Pularian, Sulbi, Parisan serta seluruh para raja telah mendengar kedatangan Sang Jayengmurti dari Bukit Suruhan. Berkatalah Sang Raja Jobin "Kalau besok keluar, hendaknya diserang beramai-ramai.
- Dari dulu mula orang Arab tak dapat di lawan kalau tidak dengan tipu muslihat. Biasanya berhasil seperti perang Bakdiatar dahulu. Kalahnya dengan cara dikroyok. Begitu pula perang Pademis. Sebaiknya dengan tipu muslihat. Begitu pula pendapat Raja Bahman dan prabu Hirman.
- Malam harinya tidak di ceritakan, maka yang di ceritakan pagi harinya. Tanda perang berbunyi, gendang, gong, gumang, dan beri dipukul bertalu-talu tak berhenti-henti. Barisan Arab keluar seperti laut banjir, mengalir ke mana-mana, merah seperti gunung kebakar.
- Wong Agung sudah menduduki singgasana. Batara Kobat Sarehas duduk di amparan emas, berderet para raja duduk berkeliling. Konon Sang Prabu Hirman Raja Bahman Raja Jobin, Raja Sulbi, dan Raja Pularian terus berkibas-kibas.
- Sudah lengkaplah perlengkapan perang di tempat dan sudah siap sedia. Orang kapir tanpa hitungan jumlahnya. Tengara berbunyi ramai sekali seperti bumi ini terbelah, riuh gemuruh guntur-mengguntur, musuh dan kawan, perkasa dan penuh keberanian, masing-masing tak mau mundur selangkah pun.
41