Menyang kontèn

Kaca:Menak Kanin.pdf/42

Saka Wikisumber
Kaca iki wis divalidasi
  1. Bersiasatlah Asnapiat, kalau menyerang Sulupi Yatin. Dan yang memimpin barisan itu yalah Adinda Parangteja. Kakak Umarmaya dan Umaryunani. Kalau menjadi tiga orang tiga itu yang berkuasa.
  2. Kalau jadi Arbangupiat, masuklah Prabu Serandil. Kalau jadi Kamsatupiat, masuklah Prabu Marmadi. Kalau jadi Sabtahupu Yatin, masuklah Adinda Tamtanus, Maka ingat-ingatlah semua, Sulupiat itu awalnya dan Maktal, Maryunani dan ketiga Marmaya yang berkuasa.
  3. Kalau menjadi imam barisan maka Sang Prabu Yunanlah yang berkuasa mengatur barisan. Semua sudah mupakat seluruh para raja Sulupiat didahulukan, para raja di bagi tiga. Maktal dan Maryunani masing masing mendapat dua ribu orang raja.
  4. Yang bersama Ki Umarmaya yalah raja-raja Kohkarib. Yang bersama Raden Maktal Prabu Lamdahur dari Serandil. Yang bersama Maryunani yalah Sang Prabu Tamtanus. Kalau sama-sama menyerang tiga bagianlah bersama-sama, membawa dua ribu orang raja masing-masing.
  5. Bendera yang rusak semua sudah diganti, keenam raja itu yang berkuasa dalam peperangan. Para raja yang dibagi enam itu, yang ke enam adalah Maryunani. Semua sudah diberi tandha mengenai maju mundurnya barisan yang terdiri dari satria dan punggawa.
  6. Tanda dari Umarmaya, kalau ia membuang topongnya, barisan segera memecah. Tanda dari Maryunani, kalau ia membuang panah barisan akan memecah. Tanda dari Wong Agung Parangteja, kalau bendera di plintir maka barisan memecah.
  7. Dan musuh yang dituju sudah pula di bagi-bagi. Raden Maktal mendapat musuh Prabu Hirman, Umarmaya-Prabu Jobin, dan Raden Maryunani mendapat musuh Raja Bahman. Semua pemikiran sudah menjadi keputusan, maka Wong Agung lalu bersenang-senang sampai jauh malam.

40