Menyang kontèn

Kaca:Menak Kanin.pdf/37

Saka Wikisumber
Kaca iki wis divalidasi
7. Wong Agung pulang ke Kaos
  1. Di perjalanan tidak di ceritakan. Umarmaya sudah sampai dipertemuan bala tentara yang lagi berhadap-hadapan dalam peperangan. Umarmaya menari-nari, terperanjatlah para raja. Segera Umarmaya dikerumuni para raja yang menanyakan kabar. Umarmaya mengabarkan bahwa Wong Agung masih hidup.
  2. Beliau ada di bukit di Mendang Surukan. Lukanya sudah sembuh hanya masih lemah badannya. Maka para raja-raja menyuruh para juru kendang semua untuk memukul tetabuhan yang memberi isyarat bahwa usailah keprihatinan mereka.
  3. Sudah lega mendengar berita, maka Umarmaya berkata lembut ”Hai para raja satria dan para bupati, siapa yang ingin menjenguk Wong Agung, saya silakan. Saya yang akan menunggu barisan.” Segera Raden Maryunani naik kuda.
  4. Berangkat dengan pasukan berkudanya. Lamdahur sudah naik gajah, dan seluruh para raja berdesak berebut dulu. Konon Ki Umarmaya sudah masuk ke istana bertemu dengan kedua raja putri, melaporkan bahwa Sang suami berada di Surukan.
  5. Riuhlah di dalam istana. Yang menahan prihatin kini suka membuka pintu lebar-lebar. Retna Muninggar lembut tuturnya, "Hai adinda putri Mesir, marilah kita segera menyusul ke bukit Surukan, jangan ada yang naik gajah. Saya naik gajah biar cepat.”
  6. Sibuk siap sedia berangkat, ratu Muninggar dan Sekar Kedaton sudah naik gajah mempercepat jalannya. Para hamba dan pe-

35