Menyang kontèn

Kaca:Menak Kanin.pdf/31

Saka Wikisumber
Kaca iki wis divalidasi
  1. Diceritakan semua solah tingkahnya, dari awal sampai akhir, ketika mengangkatnya dari parit. Maka tersenyumlah Sang Jayengmurti, katanya, "Tetaplah engkau pada pekerjaanmu. Perbuatanmu terhadapku pasti ada pembalasan dari Yang Maha Kuasa karena engkau berbuat kebajikan.
  2. Tidak ada orang yang berbuat kebajikan dibalas dengan semena-mena, sebab sudah ada pepatahnya, kebajikan dibalas dengan kebajikan. Hai Sahsiar saya berhutang hidup, jangan kawatir, bersabarlah dulu, saya belum begitu sembuh. Kalau ada kambingmu seekor, buatkanlah bubur daging untukku.
  3. Biar segar badan saya." Sahsiar lalu menangkap seekor kambing dan disembelihnya. Segera dimasak menjadi bubur daging Setelah siap lalu disuguhkan kepada Sang Amir. Segera disantapnya, habis tujuh sendok Wong Agung lalu tidur. Sisa bubur sudah diambil daging kambing didendeng.
  4. Paginya Wong Agung berkata manis, "Sahsiar, kalau masih ada kambingmu, masaklah bubur lagi untukku. "Sahsiar menyembah menjawab, "Milik hamba hanya seekor. Kalau Emak masih punya enam ekor jumlahnya. "Wong Agung kaget lalu berkata, "Jika demikian panggillah emakmu agar bertemu dengan saya.
  5. Ki Sahsiar segera menjemput emaknya. Setelah tiba terus dibawa menghadap Wong Agung. Wong Agung berkata, "Hai Sang Umi Sahsiar, saya minta maaf, saya ingin kau jadi bibi angkatku untuk merawatku." Jawab Umi Sahsiar, "Baik anakku, semoga terkabullah,
  6. permintaanmu untuk dijadikan bibi angkat karena hamba orang hina dina, tak, pantas bergaul dengan orang banyak, tetapi terserah kehendak tuan."

    Wong Agung pelan berkata, "Berapa jumlah kambingmu bibi?"

    Dijawab enam ekor.
  7. "Karenanya bibi berikan padaku dan masakkanlah bubur daging. Tiap hari seekor. nanti akan kuganti seekor dengan sepuluh ekor. Tujuh ekor kambing akan kuganti dengan tujuh

29