Menyang kontèn

Kaca:Menak Kanin.pdf/25

Saka Wikisumber
Kaca iki wis divalidasi

IV.Wong Agung terluka

  1. Prajurit yang tergilas dalam perang pergi mengungsi ke sinar panji-panji, berjejal-jejal para pengungsi yang masih sadar yang mengungsi ke tempat yang terang. Yang sudah lupa (tak sadar) mengamuk seperti orang mabuk, tak mempedulikan gelap dan terang, karena semangat berperang.
  2. Makin ngawur mengamuknya, karena Wong Agung mabuk dalam peperangan. Muntah-muntah baju bercampur darah, pegal tak berdaya tangannya saking banyaknya musuh yang dibunuhnya, hidungnya mekar dan air liur keluar dari bibirnya.
  3. Mahkotanya tergelingsir, kepala terkulai, ngantuk tidur di atas kuda, baju basah karena darah, membasahi pelana. Jayengmurti sangat mabuk, tidak ingat permulaan sampai akhir tak tahu utara, selatan dan timur.
  4. Tersorot oleh sinar terang Raja Bahman melihat Sang Jayengmurti bahwasanya ia sedang mabuk darah. Umarmaya sudah dipisahkan. Raja Bahman turun dari kudanya, sambil mengambil pedangnya, keluar ia di belakang Amir.
  5. Setelah dekat segera ia memedang dari belakang mengenai tepat di atas telinga, kagetlah Wong Agung sambil melonjak. Bahman telah berlari sambil menghapus kepalanya yang berlumuran darah, Wong Agung melongok-longok yang memedangnya namun tidak kelihatan.
  6. Bahman cepat larinya, jatuh bangun kemudian jatuh tersangkut gada, terbentur gajah terkena bangkai gading luka parahlah

23