Kaca iki wis divalidasi
- Yang menjadi pemimpin Sang Kakungingrat, banyak raja merupakan banjir lautan. Andalan musuh yalah raja besar Sang Prabu Hirman dan yang berbahaya yalah,
- Raja Puldrian dan Parisdan, raja Bahman jadi pemimpin. Dalam pertempuran, gajah bergumulan, kuda bertempur sambil meringkik, banyak sekali yang menemui ajalnya.
- Terlepasnya anak panah seperti hujan saja layaknya, bertempurnya pedang, bergemerincingnya cacap, beradunya alugora (: tombak pendek besar), suara sobeknya bendera, bertepuk-nya perisai, campur aduk menakutkan.
- Dahsyatnya pertempuran seperti akan kiamat, rebahnya gunung pasir gemuruh seperti membelah bumi, gunung-gunung seperti diguncang-guncang.
- Suramlah sinar matahari, debu mengepul-epul memenuhi bumi mengalirlah darah seperti tertiup angin bercampurlah debu dan darah dihembus angin lesus.
- Para raja semua ikut berperang. Lam dahur segera mengamuk bersama dengan para dipati dari Selan. Seratus ribu bertirai besi dan menunggang gajah berhias.
- Para raja Selan berkuda tujuh ratus ribu ekor. Kuda berperang sama kuda. Lamdahur mengamuk seperti gajah, entah berapa orang yang terbunuh olehnya, memedangnya seperti membabat ilalang saja.
- Seperti mengiris mentimun, dan yang dipedang seperti memotong pohon pisang di kebon pisang. Kaja Tamtanus dengan perajuritnya menjaga Maryunani dengan kuda berhias empat lakca perajurit.
- Berbaju baru berlapis bajalah para mantri Yunani bersenjatakan lembing tajam dan panah berseliweran. Mereka sangat mahir dalam peperangan mencacap kian kemari, memanah, menokok menguasai lawan,
20