Menyang kontèn

Kaca:Menak Kanin.pdf/22

Saka Wikisumber
Kaca iki wis divalidasi
  1. Yang menjadi pemimpin Sang Kakungingrat, banyak raja merupakan banjir lautan. Andalan musuh yalah raja besar Sang Prabu Hirman dan yang berbahaya yalah,
  2. Raja Puldrian dan Parisdan, raja Bahman jadi pemimpin. Dalam pertempuran, gajah bergumulan, kuda bertempur sambil meringkik, banyak sekali yang menemui ajalnya.
  3. Terlepasnya anak panah seperti hujan saja layaknya, bertempurnya pedang, bergemerincingnya cacap, beradunya alugora (: tombak pendek besar), suara sobeknya bendera, bertepuk-nya perisai, campur aduk menakutkan.
  4. Dahsyatnya pertempuran seperti akan kiamat, rebahnya gunung pasir gemuruh seperti membelah bumi, gunung-gunung seperti diguncang-guncang.
  5. Suramlah sinar matahari, debu mengepul-epul memenuhi bumi mengalirlah darah seperti tertiup angin bercampurlah debu dan darah dihembus angin lesus.
  6. Para raja semua ikut berperang. Lam dahur segera mengamuk bersama dengan para dipati dari Selan. Seratus ribu bertirai besi dan menunggang gajah berhias.
  7. Para raja Selan berkuda tujuh ratus ribu ekor. Kuda berperang sama kuda. Lamdahur mengamuk seperti gajah, entah berapa orang yang terbunuh olehnya, memedangnya seperti membabat ilalang saja.
  8. Seperti mengiris mentimun, dan yang dipedang seperti memotong pohon pisang di kebon pisang. Kaja Tamtanus dengan perajuritnya menjaga Maryunani dengan kuda berhias empat lakca perajurit.
  9. Berbaju baru berlapis bajalah para mantri Yunani bersenjatakan lembing tajam dan panah berseliweran. Mereka sangat mahir dalam peperangan mencacap kian kemari, memanah, menokok menguasai lawan,

20