Menyang kontèn

Kaca:Menak Kanin.pdf/13

Saka Wikisumber
Kaca iki wis divalidasi
  1. Setelah para raja dan para dipati selesai meyambut, maka kedua putra tadi menyusup ke ayahanda. Para satriya ganti memegang kendali kuda dan Sang Amir berjalan perlahan-lahan.
  2. Kedatangan Wong Agung disongsong oleh para dipati. Wong Agung telah duduk di singgasana. Para perjurit melaporkan segala tingkah lakunya dari awal sampai akhir.
  3. Tentara kapir dengan waspada memperhatikan dan yakin bahwa yang datang itu adalah Wong Agung, mereka takut dalam hati, hanya raja-raja baru saja yang senang hatinya.
  4. Raja Bahman menundukkan kepala, sangat prihatin dan pelan-pelan berkata, "Aduh Sang Prabu Hirman, hamba sekarang tak kuat melihat si Jayengmurti tetapi Raja Sarkab dari Turki berkata kasar,
  5. "Biarlah saya saja yang maju berperang melawan raja Arab, dan segera ia menaiki kudanya lengkap dengan peralatan perang yang sudah tersedia di atas kuda.
  6. Menggerakkan kudanya dan sudah sampai di tengah medan laga. Memanggil-manggil dan lantang sesumbarnya, "Hai, Raja Arab ketahuilah, saya ini Kaja Sarkab dan tak punya lawan di Turki.
  7. Selama saya ditakdirkan di bumi, dalam peperangan belum pernah kalah, sungguh seorang raja hebat. Banyak sudah para raja yang berperang sama saya, semua kuikat.
  8. Saya sengaja merantau dalam peperangan mencari tandingan. Engkau yang selalu aku inginkan, sangat kebetulan engkau yang kutunggu. Kau sekarang datang, rasa hati saya
  9. seperti mendapatkan zamrut sebesar gunung, puas kehendak hatiku." Wong Agung segera mengambil kuda karena sudah jelas apa yang didengarnya. Wong Agung sudah maju berkuda.

11