di tepi pantai serta tinggal di situ bersama-sama dengan seluruh muridnya. Pesantren tersebut makin iuma makin besar dan ang- gotanya terus-menerus bertambah saja.
IX. KYAI AGENG PANDHANARANG MENJADI MENANTU BATHARA KATONG HINGGA BERPUTERA
Di Panaraga yang menjadi bupati adalah putera Prabu Brawijaya V (terakhir) dan dikenal dengan nama Bathara Katong. la belum mau memeluk agama Islam. Tatkala disuruh berganti agama oleh Penambahan di Demak, ia bertangguh, menantikan hingga saatnya tiba Prabu Brawijaya wafat. Tetapi setelah sang prabu wafat ia pergi lalu bertapa di pegunungan Pancor. Men- dengar berita ini Panembahan Demak menjadi marah, lalu menu- gaskan Ratu Wadat (Sunan Bonang) untuk menyelesaikan masalah tersebut. Selanjutnya Sunan Bonang menyuruh — seorang bangsawan keturunan Arab yang bernama Seh Walilanang untuk mencari dan mengislamkan Bathara Katong.
- .
Kyai Katong mempunyai dua orang anak, perempuan semua- nya. la sangat prihatin mengenai anaknya ini. Tak henti-hentinya ia memohon kepada Tuhan, agar masih diijinkan menyaksikan kedua puterinya tersebut menikah, dan menikmati hidup bahagia. Segala persyaratan akan ditaatinya, walaupun sampai harus ber- ganti agama.
Tatkala ia sedang memikir-mikir demikian itu tiba-tiba di sebelah barat laut dilihatnya sepancar cahaya terang, berkilauan. Mungkin itu) suatu) petunjuk. Karena itu ia lalu. berangkat menuju tempat asalnya cahaya.
Ternyata tempat itu adalah tempat tinggal Ki Pandhanarang. Dengan segala keinsafan dan kesadaran serta ketekunan ia berguru. la berganti agama dan tinggal di situ. Akhimya puterainya yang sulung kawin dengan Ki Pandhanarang.
Sementara itu Sch Walilanang yang bertugas mencari Kyai Katong juga tiba di tempat Ki Pandhanarang. Setelah tahu bahwa Xyai Katong sudah memeluk agama Islam, lega hatinya. Selanjut-
22