hormat sebuah gandhik (yang baunya harum semerbak). Mereka percaya akan ramalan dari seorang tua yang mengatakan adanya suatu perubahán yang akan segera teijadi. Rakyat di situ segera menyiapkan pertahanan di daerah mereka. Hal tersebut terdengar oleh Sultan Yogyakarta, dan segera meminta bantuan Sunan Surakarta, untuk turut menumpas pasukan Gunungkidul itu. Sunan mengirim Pangeran Mangkuningrat dan Tumenggung Suryakusuma beserta semua masukannya. Sedang dari Yogyakarta menugaskan Pangeran Jayakusuma, dengan barisannya berada di daerah Paliyan dan Pangeran Timur di Gunung Sepikul. Pasukan dari Gunungkidul telah mendengar bahwa mereka akan digempur oleh pasukan dari Yogyakarta dan Surakarta. Barisannya telah disiapkan. Pasukan berkuda maupun pasukan darat dari Gunungkidul telah memenuhi sepanjang pegunungan untuk mempertahankan daerahnya. Adapun Sunan Gandhik yang dipujanya tersebut dipikul, ditempatkan dalam bakul diberi alas cindhe (sutera), dan dinaungi oleh payung kuning yang sudah usang. Ternyata payung tadi bekas. milik Pangeran Mangkunagara yang ditinggalkan di makam. Pasukan dari Yogya dan Surakarta telah bersepakat menentukan waktu untuk menggempur pasukan Gunungkidul. Dalam pertempuran yang kemudian terjadi ternyata pasukan pemberontak tidak dapat berbuat apa-apa menghadapi pasukan gabungan Yogya-Surakarta. Gandik yang mereka puja-puja ternyata hanya gandik bekas milik Sultan Dandun Martengsari dari Kartasura. Dalam pada itu Sunan telah berkirim surat kepada Deler Semarang, mengabarkan akan dikembalikannya Ratu Ernas ke Madura. Deler Iah yang ditugasi membawanya ke Madura. Sesudah tugasnya selesai, Deler pegi ke Surakarta, dan kemudian diadakan pesta. Beberapa wakái kemudian Sunan mengirim utusan ke Jakarta untuk memberi penghormatan atas pengangkatan Petrus Albertus menjadi Gubernur Jenderal. Di Surakarta maupun Yogyakarta teijadi pengangkatan beberapa orang bupati baru untuk daerah Mancanagara. Hubungan antara Kasunanan dan Mangkunagaran terbina semakin baik dengan berbesanan.
15
PNRI